Minggu, 03 April 2011

PEDOMAN SUPERVISI PENDIDKAN SMP NEGERI 15 PEKALONGAN

PEDOMAN SUPERVISI PENDIDKAN
SMP NEGERI 15 PEKALONGAN
DASAR
 Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Starar Isi . Pada Rumawi V sub B disebutkan bahwa :
1.      Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap  perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran.

2.      Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan dan konsultasi.

3.      Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.


n  Permendiknas RI Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah, bahwa pada kompetensi Supervisi Kepala sekolah yaitu :
1.      Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka  peningkatan profesional guru.
2.      Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan  menggunakan pendekatan dan tehnik supervisi yang tepat.
3.      Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

LATAR BELAKANG
  Pada era globalisasi dewasa ini tantangan yang paling berat bagi bangsa Indonesia adalah bagaimana menyiapkan manusia Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing di tingkat regional maupun global
  Upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu telah banyak dilakukan, namun kenyataan menunjukkan pendidikan yang bermutu itu masih seperti fatamorgana. Hal ini dapat dilihat dari hasil UAN tahun 2008/2009 yang belum memuaskan.
  Salah satu faktor yang penting dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah guru, karena guru inilah merupakan pelaksana terdepan dalam proses pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Oleh karena itu berhasil dan tidaknya mutu pendidikan tergangtung pada profesionalisme guru.
  Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui supervisi pendidikan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah / Pengawas Sekolah.

PENGERTIAN SUPERVISI
Dalam buku Kimball yang direvisi oleh T.Lovel
Supervisi pengajaran dianggap sebagai sistem tingkah laku   formal yang dipersiapkan oleh lembaga untuk menyiapkan interaksi dengan sistem perilaku pengajar dengan cara memelihara, mengubah dan memperbaiki rencana serta aktualisasi kesempatan belajar siswa.
Dalam uraian tentang supervisi di atas berfokus pada
                        a. Perilaku supervisor
                        b. Dalam membantu guru
                        c. Dan tujuan akhirnya untuk mengangkat harapan    belajar siswa
           
Menurut Prof. Dr. Piet Suhertian
Supervisi adalah usaha memberi layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun secara berkelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran.
Menurut beliau kata kunci supervisi adalah pemberian layanan dan bantuan.
Pedoman Supervisi dari Depdikbud
Supervisi yang dimaksud adalah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah dasar agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.          

TUJUAN
Tujuan supervisi adalah mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesionalisme.

PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI
ž  1.  Ilmiah
ž  2.  Demokratis
ž  3.  Kooperatif
ž  4.  Kontruktif dan Kreatif

1.   ILMIAH ( scientific )
      Dalam mekasanakan supervisi hendaknya dilaksanakan secara ilmiah.
 Pelaksanaannya harus :
a.       Sistematis, teratur, terprogram, dan kontinyu.
b.      Obyektif, berdasarkan pada data informasi.
c.       Menggunakan instrumen (alat) yang dapat memberikan data/informasi yang akurat, dapat dianalisis, dan dapat mengukur ataupun menilai terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar.

2.   DEMOKRATIS
Dalam melaksanakan supervisi hendaknya dapat menjunjung  tinggi azas musyawarah, memiliki jiwa kekeluargaan yang kuat serta menghargai dan sanggup menerima pendapat orang lain.
                         
3.   KOOPERATIF
Dalam melaksanakan supervise hendaknya dapat mengembangkan usaha bersama untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.

4.   KONSTRUKTIF dan KREATIF
            Dalam melaksanakan supervise hendaknya dapat membina inisiatif guru serta mendorong untuk aktif dalam menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.

SASARAN
Sasaran supervisi adalah :
                 1.    Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar meliputi :
                                  a. Penyusunan program pengajaran
                                  b. Pelaksanaan proses belajar mengajar
                                  c. Pelaksanaan program  penilaian
                                  d. Menganalisis hasil penilaian
                                  e. Pelaksanaan program tindak lanjut
                  2. Hal-hal yang menunjang pelaksanaan kegiatan  belajar mengajar seperti :
                        a. pengelolaan kelas,
                        b. pengelolaan sekolah
                        c. pengelolaan  administrasi
                        d. pelaksanaan BK,      
                        e. kebersihan
                        f. ketertiban
                        g. pelaksanaan ekstrakurikuler seperti UKS, Pramuka, dsb

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI
1. Kunjungan Kelas
2. Observasi Kelas
3. Percakapan Pribadi
4. Kunjungan Antar Kelas atau Antar Sekolah
5. Rapat Rutin
6. Pertemuan MGMP
7. Kunjungan Antar MGMP
8. Sistem Magang
9. Penataran Tingkat Lokal
                                    10. Karya Wisata
                                    11. Melalui pengumuman, brosur, edaran, media massa (surat kabar,                                                                        majalah, buletin, RRI, TV)

1. Kunjungan Kelas
Kunjungan kelas dapat dilaksanakan secara berencana untuk memperoleh gambaran tentang proses belajar mengajar  dan pengelolaan kelas yang dilaksanakan guru
             Kunjungan kelas ini dapat dilaksanakan dengan cara :
                            a. Memberitahukan terlebih dulu
                            b. Tanpa memberitahukan terlebih dulu
                            c. Atas undangan guru
             Pada kunjungan kelas ini supervisor dapat melihat :
                           a. Pelaksanaan KBM
                           b. Pengelolaan kelas
                           c. Melihat hasil belajar siswa
                           d. Hal-hal yang menunjang pelaksanaan KBM.
2.  Observasi Kelas ( Classroom Observation)
Observasi Kelas dapat dilaksanakan untuk mengetahui usaha serta kegiatan siswa dan guru
                        Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar  mencakup :
                                    a. penguasaan bahan/materi
                                    b. penguasaan metode
                                    c. pengorganisasian kelas
                                    d. penggunaan media/alat peraga
                                    e. Faktor penunjang yang lain
3.  Percakapan pribadi
Percakapan pribadi dilaksanakan pada waktu tertentu dan untuk masalah khusus.
Bertujuan untuk :
   a. Mengembangkan segi-segi positif  kegiatan guru.
   b. Mendorong guru mengatasi kelemahan dalam mengajar dan  mengelola kelasnya
   c. Mengurangi keragu-raguan guru dalam menghadapi masalah pada waktu mengajar
4. Kunjungan antar kelas atau antar sekolah
Dengan tujuan untuk menukar pengalaman serta hal-hal lain yang menyangkut       usaha untuk menunjang pelaksanaan interaksi belajar mengajar untuk menambah pengalaman mengajar atau mengikuti rekan guru lain yang sedang memberi contoh mengajar yang baik.
5.  Rapat Rutin
Kegiatan ini dilaksanakan pembina dengan para guru dalam rangka menyampaikan informasi yang bersifat umum.
6.   Pertemuan MGMP
Dilaksanakan pada kelompok kerja seperti MGMP dan Pertemuan di PKG. Pertemuan tersebut dapat dilaksanakan oleh masing-masing kelompok atau gabungan dari beberapa kelompok kerja      
Bertujuan untuk menginventarisasi dan merumuskan masalah yang  ditemukan serta mencari alternatif pemecahannya.
  7.  Kunjungan antar MGMP
  8.  Sistem Magang
  9.  Penataran
10.  Karya Wisata
11.  Melalui pengumuman, brosur, edaran, media masa (surat kabar, majalah, buletin, RI, TV, dsb)











SKEMATIK TEHNIK-TEHNIK SUPERVISI
No
Teknik Supervisi
Pelaksanaan
Tujuan
1

2

3

4





5



6


7

8


9





10

11
Observasi Kelas

Pertemuan/percakapan
Pribadi
Rapat rutin

Kunjungan Kelas





Kunjungan antar Kelas


Pertemuan KKG/KKKS/KKPS

Sistem magang

Kunjungan antar KKG/KKKS/KKPS
  
Penataran tingkat lokal




Karya wisata


Melalui pengumuman, brosur, majalah, koran, TV, Radio dll.
Mengobservasi Pelaksanaan PBM di kelas
Berdialog langsung dengan guru
Pertemuan antara kepala sekolah dengan guru

Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
-Dengan pemberitahuan    terlebih dahulu
-Tanpa memberitahu
-Diundang oleh guru
Guru saling mengunjungi antar kelas dlm satu sekolah maupun antar sekolah

-Simulasi praktik mengajar
-Diskusi pemecahan masalah
-       Guru/KS belajar dari guru/   KS SMP lain selama   beberapa hari.
-       Pengurus/anggota saling   mengunjungi dengan   kelompok kerja yang lain.
-Pemandu mapel
Penataran min 1-3 hari tingkat  sekolah/MGMP dengan materi sesuai yg diperlukan guru
Mengunjungi sumber-sumber belajar seperti
museum

Membaca, melihat, dan mendengarkan tayangan.
















- Mengetahui cara guru melaksanakan KBM
- Memberi bantuan/layanan khusus   untuk masalah  yang   bersifat khusus
- Memberi bantuan secara umum
- Untuk mengetahui keadaan   sebenarnya.
-Agar guru mengetahui maksud dan   tujuan kunjungan terlebih dahulu.
-Guru menunjukkan hasil kerjanya.
- Saling melihat dan memberi saran
- Saling mengetahui kelemahan dan   kelebihan masing-masing.

-       Menyepakati cara mengajar       yang baik
-Memecahkan masalah
 yang ada di kelas/sekolah dalam
 pelaksanaan KBM
-        Belajar melaksanakan dan
  mengelola KBM beserta
  penunjangnya
-       Saling tukar menukar
 pengalaman.
-Tukar menukar tutor.
-       Memenuhi kebutuhan guru
 secara perorangan.
-Untuk menambah wawasan
 tentang sumber belajar.
-Untuk mengetahui perkembangan atau kebijakan pendidikan




















LANGKAH-LANGKAH SUPERVISI
  1. Perencanaan
  2. Persiapan
  3. Pelaksanaan
  4. Tindak lanjut
  5. Pelaporan


A. PERENCANAAN
   - Kepala Sekolah sebelum mengadakan supervisi perlu membuat  perencanaan yang baik.
   -Tujuan memuat : materi,  tehnik yang digunakan, sasaran dan pelaksanaannya.
  - Berfungsi  sebagai pedoman kerja bagi kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi di kelas.
   - Sebagai penjabaran program supervisi tahunan tersebut disusun program supervise yang lebih operasional .
B. PERSIAPAN
    Hal-hal yang harus dipersiapkan yaitu :
              a. Format / Instrumen supervisi
              b. Materi Pembinaan/Supervisi
              c. Buku catatan
              d. Data supervisi sebelumnya, dll.


C. PELAKSANAAN
Pelaksanaan supervisi diarahkan pada kegiatan belajar mengajar  dalam rangka pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.
Pelaksanaan supervisi disesuaikan dengan tehnik-tehnik supervisi sebagaimana diterangkan di atas.
     Langkah-langkah pelaksanaannya sbb :
1.      Temu awal
Kepala sekolah mengadakan rapat untuk menyampaikan hal-hal yang akan disupervisi kepada guru supervisi bisa dilaksanakan oleh pengawas maupun oleh kepala sekolah
                  2. Observasi administrasi
                              a. Observasi administrasi kesiswaan
                              b. Observasi administrasi perlengkapan barang
                              c. Observasi administrasi program pengajaran
                              d. Observasi administrasi keuangan, dll.
                                   

3. Observasi PBM
                                    a. Program ( tahunan, semester, bulanan )
                                    b. Persiapan mengajar dan pelaksanaannya.
                                    c. Hasil belajar/prestasi siswa klasikal/individual
                                    d. Program BK
                                    e. Program tindak lanjut, perbaikan dan pengayaan
.
                        4.Observasi UAN
                                    a. Kepanitiaan UAN
                                    b. Pengaturan ruangan
                                    c. Denah kelas
                                    d. Daftar peserta
                                    e. Kartu peserta
                                    f. Daftar Pengawas
                                    g. Daftar Korektor
                                    h. Tata tertib pengawas/peserta
                                    i. Jadwal
                                    k. Kesekretariatan
                       
*  Selain hal tersebut di atas supervisor dapat menggunakan  instrumen  berupa Buku Pintar  yang berisi
                        - Jadwal
                        - Standar kompetensi/KD masing-masing mapel
                        - Materi
                        - Contoh soal untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang sudah dikuasi oleh
   perserta didik
*  Supervisi pendidikan di SMP dilakukan oleh
                         - Pengawas SMP
                         - Kepala sekolah
                        - Guru senior terhadap kegiatan  pembelajaran
                 Pelaksanaanya dengan menggunakan
                         - Format supervisi disesuaikan dengan kebutuhan
                      - Catatan-catatan khusus sebagai  bahan pembinaan selanjutnya
                         




5.         Wawancara
Setelah pelaksanaan supervisi perlu diselingi atau  dilengkapi dengan wawancara, guna melengkapi informasi tentang semua             masalah yang dihadapi untuk mencari alternatif pemecahan  dan pembinaan lebih lanjut.
6.  Temu akhir
a. Setiap kegiatan supervisi diakhiri dengan menyampaikan laporan temuan dan mencari alternatif pemecahannya
 b. Hasil akhir supervisi perlu ditandatangani oleh supervisor, kepala sekolah, dan guru yang disupervisi
c. Temuan-temuan umum disampaikan secara  umum/rapat sekolah.
d. Temuan tehnis khusus dibicarakan langsung dengan guru yang disupervisi/pertemuan pribadi
                         
D. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut  merupakan pembinaan dan perbaikan dari hasil temuan pada waktu melaksanakan  supervisi.
            Temuan-temuan tersebut  berkaitan  dengan :
                         1. Siswa
                                    Temuan yang berhubungan dengan kesiswaan dalam KBM
                         misalnya :
                             a. Siswa yang kurang pandai
                                    disarankan agar diberikan :
                                    1) Bimbingan baik individual/kelompok
                                    2) Latihan-latihan/pekerjaan rumah
                                    3) Perbaikan pengajaran ( remedial )
                             b. Siswa yang pandai  :
                                    Diberikan pengayaan baik secara individu/kelompok.



2. Guru
Temuan yang diperoleh tentang guru :
    - Guru yang profesional
    - Guru yang belum prosefional
a. Guru yang profesional dijadikan sebagai
                        - pemandu mapel
                        - nara sumber dalam kegiatan MGMP.
           b. Guru yang belum prosefional
            perlu mendapat  pembinaan dan penangan khusus agar menjadi guru yang profesional .
            Untuk itu perlu dilibatkan dalam :
                        - Pelatihan-pelatihan
                        - Penataran-penataran
                        - Membuat dan mempergunakan alat peraga
                        - Studi banding
                        - Rapat, pertemuan lainnya            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar